Rakyat Merdeka Online

Share |
17 Profesor Sepakat Ujian Nasional Dihapus
Minggu, 25 November 2012 , 16:53:00 WIB
Laporan: Ihsan Dalimunthe

ILUSTRASI
  

RMOL. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dinilai hanya mematikan kreatifitas anak bansga. Sistem pendidikan yang ada saat ini tidak mengajarkan pendidikan yang berada di luar sekolah dan hanya ditekankan pada hafalan-hafalan semata.

"UN membuat anak murid menjadi tidak bisa bersaing dengan murid luar negeri karena anak murid hanya menghafal untuk ujian saja. Jadi tidak mendapat apa-apa," kata Guru Besar Unibersitas Indonesia, Prof Mayling Oey Gardiner saat konfrensi Pers "Petisi Reformasi Pendidikan" di Darung Daun, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (25/11).

Oleh karenanya menurut anggota Komisi Ilmu Sosial Akedemi Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, UN untuk tingkat SD dan SLTP harus dihapus karena dampak bohong yang diciptakan UN berbahaya. Dipaparkan Mayling, adanya keterkaitan atau lingkaran setan antara pemerintah, guru dan sekolah. Menurut Mayling banyak Guru yang bisa naik pangkat kalau hasil kebohongan UN anak didiknya bagus, begitu juga dengan kepala sekolah dan kepala dinas instansi terkait.

"Jadi keterkaitan itu harus dihapus. Dan tidak ada gunanya anak SD itu harus diambil melalui nilai UN,"tegas Mayling

Akibatnya, nasib pendidikan anak didik di daerah-daerah terpencil kalau hanya mengandalkan UN yang tercipta oleh kebohongan tersebut.

"Dia bisa dibohongi kalau belanja di pasar karena tidak bisa menghitung padahal hasil UN nya katanya bagus dan lulus. Jadi ini hanya kebohongan-kebohongan saja," ungkap Mayling.

Lebih lanjut menurut Mayling, UN hanya menghasilkan tekanan-tekanan psikologis terhadap anak. Padahal bangsa ini kata Mayling membutuhkan anak yang berkarakter dan memiliki moraliras yang baik. Namun, bukan dihasilkan dari hafalan untuk lulus UN saja dan dipenuhi dengan tekanan.

"Kita kepingin punya anak yang berinovasi dengan berfikir. Tapi bagaimana mau berfikir kalau anak hanya disuruh menghafal-menghafal saja,"ujar Mayling

Jadi menurutnya, UN bagaikan tembok penghalang kreatifitas dan karakter bangsa dan konflik kepentingannya terlalu banyak.

"Karena dalam UN ini semua dibayar, yg ngerjain soal dibayar, yang bagiin soal di bayar jadi semua dibayar dan butuh anggaran besar. Jadi masy menghadapi tembok besar ini," demkian Mayling.

Dalam rangka petisi reformasi pendidikan ini, ada 17 profesor yang hadir dan sudah menandatangani petisi untuk mengkaji ulang sistem pendidikan terutama UN. Saat ini sudah ada 600 tanda tangan petisi yang akan diajukan oleh koalisi damai reformasi pendidikan yang akan diajukan ke pemerintah tahun 2013.

Dalam rangka petisi reformasi pendidikan ini, ada 17 profesor yang hadir dan sudah menandatangani petisi untuk mengkaji ulang sistem pendidikan terutama UN. Saat ini sudah ada 600 tanda tangan petisi yang akan diajukan oleh koalisi damai reformasi pendidikan yang akan diajukan ke pemerintah tahun 2013. [dem]


Baca juga:
Miris, Masih Ada Guru Terima Gaji Rp 100.000 Per Bulan
Persebaran Guru Tidak Merata Akibat UU 30/2004
Kenapa Harga Jeruk Medan Lebih Mahal Dibanding Jeruk dari China?
Alumni ITB Songsong Era Baru Nasionalisme Ekonomi Indonesia
Rektor Universitas Trisakti Ajak Malaysia Kedepankan Bahasa Melayu


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Nikita Cuekin Aksi Nakal Diego & Jupe

Kalau Diego raba-raba Jupe, Nikita justru lagi asyik mengajar mengaji. Ia ...

 

Miranda Kerr, Hamil Dari Kekasih Miliarder Australia

Miranda Kerr dikabarkan mengandung anak pengusaha sukses Australia, James ...

 

Shanina Shaik, Saksi Mata Keributan Orlando Bloom & Bieber

Hingga kini insiden adu mulut berujung pemukulan yang terjadi antara Justi ...

 

Velove Vexia, Digaet Pengusaha Menteng

Belum menikah sudah seperti nyonya. Konon keluarga tidak menyetujui hubung ...

 

Helen Wood & Jenny Thompson, Dilarang Kunjungi Klab Malam

Helen Wood dan Jenny Thompson, dilarang mendatangi pesta bintang pesepakbo ...

 

Josh Stone Menerobos Industri Musik dengan Pesan Cinta

Dunia musik Indonesia sejatinya diisi banyak musisi berbakat yang sebagian ...

 

Tessa Kaunang, Ngebet Cari Waktu Gugat Cerai Sandy

Keputusan diambil setelah berunding dengan keluarga. Sudah tidak bisa pura ...

 

Jackie Chan, Gara-gara Pesta Narkoba Anaknya Ditangkap Polisi

Anak dari aktor legendaris Hong Kong, Jackie Chan, ditahan atas tuduhan te ...

 

Liv Tyler, Perankan Sekte Seram

Pencinta Liv Tyler, bersiaplah. Pemilik bibir seksi yang mendapatkan peran ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Politik dan Mobilitas Vertikal Jokowi


Inilah Wawancara Naif Adhie Massardi tentang Suap BI yang Libatkan SBY dan Mega




Berita Populer

Yusril Ihza: Keputusan MK Hasil Maksimal yang Bisa Dicapai
Pengamat Politik: Jokowi Sudah Ditinggalkan Pemilihnya
Kami Ingin Marty Natalegawa Dipensiunkan dari Pejambon
Direktur NCID Yakin Edward Wanandi Tidak Berhak Memilih di Pilpres
Prabowo Subianto: Becik Ketitik ala Ketara
Dibeberkan, Indikasi Insubordinasi Kepolisian RI
Sikapi Putusan MK, Progres 98 Galang Konsolidasi Kebangsaan
Kado Pahit untuk Kementerian Luar Negeri
Jokowi Naik Land Cruiser, Tweeps Heboh
Mendesak, Perppu Perpanjangan Masa Pemerintahan SBY Satu Tahun