Rakyat Merdeka Online

Share |
Menanti Status Ibas dan Ibu Ani Setelah Terkuaknya Misteri Gebrak Meja SBY
Rabu, 27 Februari 2013 , 12:59:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

PRESIDEN SBY/IST
  

RMOL. Sudah sepatutnya  lembaga KPK menetapkan status hukum untuk Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (Sekjen DPP Partai Demokrat) sebagai tersangka penerima uang hasil korupsi dan diadili seberat-beratnya.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan dasar kesaksian dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Selain itu, data dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang kini menjadi bahan pegangan KPK.

Menurut pengamat politik dari The Indonesian Reform, Martimus Amin, dalam perbincangan dengan salah satu stasiun televisi, Rabu dini hari (27/2), Anas Urbaningrum secara mengejutkan "membenarkan" keterangan Nazaruddin yang sebelumnya mengungkapkan perihal penerimaan duit dari Nazaruddin kepada anak bungsu Presiden SBY itu.

"Terkuak sudah tabir misteri dua kali gebrakan meja oleh SBY dalam pertemuannya dengan Nazaruddin pada 23 Mei 2011 di Cikeas. Kabarnya gebrakan meja SBY kedua membuat meja terpental," kata Martimus Amin, kepada wartawan, Rabu (27/2).

"Anas yang mengantar Nazaruddin (ke Cikeas) dan menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri secara langsung peristiwa tersebut," tambah dia.

Kabarnya, emosi yang meluap dari SBY merupakan reaksi atas ancaman yang disampaikan oleh Nazaruddin langsung kepada SBY beberapa jam sebelum kabur ke luar negeri. Gebrakan meja SBY diduga terkait pernyataan Nazaruddin yang mengungkapkan bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga menerima uang.

"Maka akan terkuak pula misteri gerakan meja kedua yakni dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Cikeas dan kroni lainnya," kata Martimus.

Sesusai keterangan Nazaruddin, Ibu Negara Ani Yudhoyono juga telah menerima uang darinya sebesar US$ 5 juta, pemberian dari Pertamina.

Anas dalam perbincangan dengan salah satu stasiun televisi yang ditayangkan Rabu dini hari (27/2), menyatakan, pertemuan itu berlangsung pada pukul 11.00 malam. Selain Anas, Amir Syamsuddin selaku Sekretaris Dewan Kehormatan dan beberapa petinggi Demokrat juga hadir.

Nazaruddin datang ke Cikeas diantar Anas. Didesak soal kebenaran bahwa SBY marah karena Nazaruddin menyebut Ibas menerima uang, Anas enggan menjawabnya.

"Tanya ke Amir Syamsuddin saja karena beliau yang menanyakan aliran uang. Kalau hadits, rowahu (sandaran)-nya itu Pak Amir Syamsuddin. Dalam rapat itu saya hanya mendengarkan," ucap Anas.

Namun jika Amir Syamsuddin tak bersedia, Anas yang beberapa hari lalu menyatakan mundur dari kursi ketua umum Partai Demokrat mengatakan siap menjelaskan soal kemarahan SBY dalam kaitannya dengan cerita Nazaruddin itu.

"Kalau Pak Amir Syamsuddin tak mau menjelaskan, pemain penggantinya saya," ucap Anas.
 
Dalam catatan redaksi, Amir Syamsuddin yang adalah Menteri Hukum dan HAM, pernah membenarkan soal pertemuan ini. Menurut dia, pertemuan itu atas permintaan Nazaruddin namun SBY ingin pertemuannya dihadiri seluruh anggota Badan Kehormatan partai.

Dewan Kehormatan menyetujui pertemuan itu untuk mengklarifiksi tudingan-tudingan kepada Nazaruddin yang dituduh menerima Rp 4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah sebagai suap memuluskan proyek pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Amir Syamsuddin membantah dalam pertemuan yang dihadiri lima anggota Dewan Kehormatan dan seorang panitera itu, SBY menggebrak meja. Dia menegaskan Nazaruddin tidak mengatakan Ani maupun Ibas Yudhoyono menerima suap Wisma Atlet. Alasan kemarahan SBY karena Nazaruddin tak bersedia mundur dari jabatannya di Demokrat seperti janjinya.  [ald]


Baca juga:
Ini Bukti KPK Tak Serius Bongkar Siapa Pembocor Sprindik Anas Urbaningrum
Ungkap Asal Mobil Harrier, Staf Anas Urbaningrum Diperiksa
Ignatius Mulyono Bawa SK Pembuatan Sertifikat Hambalang
Ignatius Mulyono Penuhi Undangan Bersaksi untuk Anas Urbaningrum
Stafsus Presiden: Pemerintah Concern Hilangkan Distorsi Ekonomi


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Yuri "SNSD", Pacari Atlet Baseball

Ada kabar asmara terbaru dari Girls' Generation alias SNSD. Setelah Sooyou ...

 

Delia Septianti, Ngartis Modal Muka

Delia Septianti makin eksis aja. Selain menyanyi solo, eks vokalis Ecoutez ...

 

Victoria Beckham, Dapat Kado HUT Spesial dari Suami

Artis sekaligus desainer Victoria Beckham kembali mendapat kejutan dari su ...

 

Gisele Bundchen, Pensiun Jadi Model

Istri quarter back New England Patriots, Tom Brady ini telah membulatkan t ...

 

CL 2NE1, Bukan Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Majalah TIME merilis daf­tar 100 orang paling berpengaruh dunia untuk tah ...

 

Gisele Bundchen, Tubuh, Alasan Pensiun Jadi Model

Dunia modeling menangis. Gisele Bundchen, sang model iconic baru saja menj ...

 

Claudia Romani, Kecanduan Selfi Cabul

Wasit seksi Liga Itali Serie Aini semakin kecanduan meng­umbar kemolekan ...

 

Lindsay Lohan, Barang Pribadi Dijual, Ancam Polisikan Ibu

Lindsay Lohan (Lilo) kem­bali muncul dengan kabar yang mengejutkan. Kali ...

 

Terry Putri, Akui Bekas Pacar Hengky Kurniawan

Hengky antar langsung un­dangan nikah ke rumah Terry. Diminta ikhlas­kan ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Pita Hitam Sepak Bola Indonesia


Puisi 'Langit Terbelah' untuk Almarhum Siti Zaenab




Berita Populer

SBY Diberi Tempat, Megawati Dibuat Mati Suri
Fadli Zon: Prabowo Subianto Tetap Maju di Pilpres 2019
Jokowi, Anda Presiden Bukan Motivator!
IMI Tolak China Bangun 24 Pelabuhan RI
Akhirnya Rhoma Irama Keok di Muktamar IV PBB
Berikut Perseteruan di Lingkaran Istana Versi Ray Rangkuti
Eep Saefulloh: Sikap Jokowi Terlalu Simbolik
Yusril Ihza Mahendra Kembali Pimpin PBB
Aktivis: Izin Wantimpres Merendahkan Martabat Mahasiswa
Ada Stafsus Gandungan di Kementerian ATR?