Rakyat Merdeka Online

Share |
SBY Contoh Pemimpin Negara Yang Hipokrit
Sabtu, 20 April 2013 , 23:05:00 WIB
Laporan: Elitha Tarigan

IST
  

RMOL.Pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin mengatakan kalau praktek demokrasi dijaman orde baru (Orba) tidak jauh beda dengan masa terpimpin orde lama (Orla) dimana kekuasaan tersentral pada presiden.

"Kondisi Indonesia berada pada taraf yang memperihatinkan karena reformasi yang seharusnya menjamin demokrasi sarat diwarnai pelanggaran," ujar Martimus dalam rilis yang diterima redaksi Rakyat Merdeka Online (Sabtu,20/4).

Hal serupa juga terjadi di masa orde reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Martimus meyakini bahwa SBY merupakan contoh pemimpin negara hipokrit yang gemar melanggar aturannya sendiri. SBY terlihat keras mengecam agar para menteri tidak sibuk mengurus partainya masing-masing. Namun kenyataannya ia sendiri merangkap jabatan dan bahkan menggunakan fasilitas negara untuk mengomentari masalah partainya.

Selain itu, Martimus menganggap SBY melakukan pembiaran terhadap korupsi untuk berkembang biak di Indonesia seperti: kasus Bank Century, rekening gendut polisi, skandal istana dan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesi (BLBI) yang merugikan negara puluhan triliun.

"Sistem check and balances dalam pemerintahan hanya suatu bentuk kepura-puraan untuk memenuhi prosedur demokrasi," katanya.

Dia juga menyinggung terkait kecurangan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum
(KPU) ketika melakukan verifikasi administrasi tanggal 25 Oktober 2012. Data tersebut menunjukkan empat partai besar diantaranya PKS, Golkar, Hanura dan PPP dinyatakan tidak lolos maju sebagai partai peserta pemilu karena keterwakilan kepengurusannya di beberapa provinsi tidak mencapai 75 persen.

Sungguh menggelikan kalau parpol sebesar itu tidak lolos, lanjutnya, jangan heran apabila KPU melakukan penggelembungan suara untuk memenangkan partai tertentu.

"Kapan Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang besar dan mampu membangun demokrasinya bila tindak tanduk pemimpinnya semakin barbar?" ujar Martinus mengakhiri.[trg]


Baca juga:
Bagi-Bagi Jabatan ala SBY
Demokrat Jangan Tiru Mekanisme Konvensi Golkar
Jeffrie Geovanie: Konvensi, Peluang bagi Regenerasi Kepemimpinan Nasional
SBY Memang Harus Klarifikasi Soal Yenny Wahid Tapi Waktunya Kurang Pas
Prabowo Ogah Bahas Curhatan SBY di Istana Negara


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Syahrini, Banjir Protes Foto Disembah Pegawai

Syahrini kembali meng­umbar sensasi di Instagram. Kemarin, dia mem-postin ...

 

Angelina Jolie, Digosipin Merokok Dan Berantem Sama Brad Pitt

Brangelina (Angelina Jolie dan Brad Pitt) masih pengantin baru setelah ham ...

 

Meryl Streep, Dicintai Barack Obama

Barack Obama ternyata bukan sekadar presiden Ame­rika Serikat. Ia seperti ...

 

Farah Quinn, Gelar Private Party, Nikita Datang Tanpa Diundang

Muncul kabar Farah Quinn dan Nikita Mirzani berseteru. Pertikaian berawal ...

 

Vicky Monica, Ngaku Nenggak Obat Penenang

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta menangkap sejumlah or ...

 

Cerai, Anak Marshanda Diasuh Ben Kasyafani

Gagal mendapat hak asuh anak gara-gara masalah kejiwaan? Pihak Marshanda b ...

 

Jessica Iskandar, Ngarep Status Nikahnya Diakui Ludwig F Wilibald

Jessica menantang Ludwig datang sendiri ke pengadilan. Kalau berjiwa besar ...

 

Shailene Woodley, Di Film, Ngaku Lima Kali Direnggut Kegadisannya

Bakat dan paras ayu Shailene Woodley membius fans ter­utama kaum lelaki. ...

 

Ngebet Menjanda Biar Bisa Cari Suami Baru

Sajad Ukra memberikan jawa­ban atas gugatan perceraian yang dilayangkan N ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


NKRI dan Pemerintah Digital


Bukan Sekadar Zaman Edan!




Berita Populer

Pegawai KPK Galang Mosi Tidak Percaya ke Pimpinan?
Surat Edaran Seskab Pintu Masuk Lengserkan Jokowi
Fadli Zon: Server E-KTP Ada di Kantornya Sendiri, Mendagri Sedang Akal-akalan
Kasus Trans Jakarta Berkonsekuensi Jokowi Tersangka
Lagi, Effendi Simbolon Desak Jokowi Pecat Tiga Menteri
Menko Polhukam Minta Polri Tak Beri Izin Munas Golkar di Bali
Jokowi Gunakan Cara Orba untuk Singkirkan Lawan
Menko Polhukam: Kalau Mau Ribut, Silakan di Hutan!
Fadli Zon: Menko Polhukam Amatir
Bambang Soesatyo: Menko Polhukam Offside!