Rakyat Merdeka Online

Share |
Obat Kuat Akar Dewa Untuk Abraham Samad Cs
Kamis, 25 April 2013 , 15:59:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

MASSA GEMUK/RMOL
  

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai masih setengah-setengah dalam menuntaskan perkara korupsi dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di bukit Hambalang, Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Santi di depan gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Kamis, 25/4).

Santi datang bersama belasan gadis cantik lainnya ke KPK untuk menyakan alasan mengapa hingga saat ini KPK tak menangkap Ketua Konsorsium proyek dari PT Adhi Karya-PT wijaya Karya, Teuku Bagus Mokhammad Noor.

"Kami meminta KPK segera menangkap Teuku Bagus M Noor yang jadi tersangka Hambalang," kata Santi.

Dalam aksinya, wanita yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat untuk Keadilan (Gemuk) ini juga membagikan bunga mawar serta obat kuat akar dewa. Obat kuat ini sengaja dibawa untuk diberikan ke pimpinan KPK agar tidak loyo menuntaskan kasus Hambalang.

"Jangan-jangan KPK sudah loyo dan tidak memiliki syahwat untuk menciduk aktor-aktor Hambalang seperti Teuku Bagus. Dengan obat kuat ini, kami siap merangsang KPK untuk bangkit, biar tidak impoten," kata Santi.

KPK, tambah Santi, sudah saatnya memeriksa dan menahan Teuku Bagus. Sebab, Teuku punya peran besar dalam proyek Hambalang.

"Bukti ini sudah jelas untuk KPK memeriksa dia sebagai tersangka dan menjebloskan ke dalam penjara KPK di Guntur," demikian Santi.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tersangka Hambalang kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Deddy Kusnidar, dan Ketua Konsorium dari PT Adhi Karya- PT Wijaya Karya, Teuku Bagus Muhammad Noor. Mereka diduga telah merugikan keuangan negara Rp Rp243 miliar berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan. [rsn]


Baca juga:
KPK Garap Direktur Operasi PT Metaphora
KPK Terus Garap Pejabat Kemenpora
Sambil Tebar Senyuman, Lisa Lukitawati Masuk Lobby KPK
"Bulan Madu" Nazaruddin-Neneng Bukan Urusan KPK
Istri Anas Urbaningrum Kemungkinan Dipanggil Kembali


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Indah Kalalo, Baru 3 Tahun, Anak Disiapkan Jadi Model

Anak pertama Indah Kalalo, Ayana, yang baru berusia tiga tahun, kerap ikut ...

 

Indah Dewi Pertiwi, No Problem Calon Suami Duda

Pasrah disebut ngarep dipacari Piyu. Toh sejauh ini Piyu sudah memberikan ...

 

Lauren Goodner, Pamer Foto Setengah Bugil

Bintang program televisi Inggris, The Only Ways Is Essex ini kembali membu ...

 

Vicky Shu, Minder Nyari Pacar Yang Kece

Vicky Shu cukup cantik dan seksi untuk ukuran seleb. Toh begitu, ia tak te ...

 

Syahrini, Kerap Gunakan Jet Pribadi, Cuek Disindir Tukang Pamer

Ngaku punya Lamborghini dan sering bepergian memakai jet pribadi. Rasanya ...

 

Duma Riris, Lahirkan Anak Perempuan

Judika Nalon Abadi Sihotang tak berhenti mengucap syukur. Istri­nya, Duma ...

 

Renee Zellweger, Nongol Lagi, Wajah Berubah Ekstrem

Bukan berita baru, kalau sela­ma beberapa bulan ini, Renee Zellweger terk ...

 

Fairuz A. Rafiq, Sering Ribut Jadi Alasan Ceraikan Galih

Sudah minta bantuan pengacara untuk bercerai sejak setahun lalu. Gosipnya ...

 

Blake Lively, Berikan Nama Anak “Anaconda”

Di masa kehamilan, kebanyakan wanita akan cenderung cuek dan terkesan tak ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Patriot Manajemen Olahraga


PKB Jadi “Partai Ketimun Bungkuk”




Berita Populer

Belum Apa-apa Jokowi-JK Mulai Terancam People Power
Prof. Maswadi Rauf: Sekarang Jokowi Baru Tahu, Urus Negara Tidak Mudah
Megawati yang Rekomendasi Rini Sumarno Jadi Menteri
Batal ke Priok karena Jokowi Menghadap Megawati
Pakar Komunikasi: Jokowi Jangan Banyak Drama!
Jokowi, Penentang atau Bagian dari Kaum Neoliberal Pembajak Slogan Trisakti?
Neoliberalisme di Indonesia (untuk Jokowi)
Dengan Hormat, Jokowi Diminta Hati-hati Memilih Alumni ITB
Kuntoro Mangkusubroto Tutup Akses Relawan ke Jokowi?
Balas Jasa ke Hendropriyono dan Luhut, Dimana Revolusi Mental Jokowi?