Rakyat Merdeka Online

Share |
Soal Nasib Merke, Ahok Panggil BMP
Jum'at, 26 April 2013 , 22:17:00 WIB
Laporan: Elitha Tarigan

  

RMOL. Salah satu supir Transjakarta di koridor IX, Merke Lourine Rumengan, kehilangan pekerjaan akibat langkahnya membongkar kebobrokan manajemen PT Bianglala Metropolitan dalam menggaji karyawannya di sebuah koran nasional. Merke Lourine pun mengadukan ke Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

"PT BMP sering telat bayar gaji. Pernah terlambat lima hari. Kalau ditanya jawaban mereka gak tahu terus. Akhirnya, salah satu media angkat tentang saya,"  ujar Merke ketika ditemui Wagub di ruang rapat Balaikota, Jakarta, Jumat (26/4).

"Gaji saya hanya Rp 1,6 juta. Saat saya tanya tentang status pekerjaan saya usai di SP, jawabannya selalu sama, "tunggu surat dari atasan," sambung dia.

Merke tak sendiri mengadu ke Ahok, sapaan Basuki Tjahja. Bersama puluhan anggota Serikat Pramudi Transportasi Busway (SPTB) lainnya dia datang menemui Ahok yang menyampaikan tuntutan, antara lain kenaikan gaji 3,5 kali lebih besar dari Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Kami menuntut hak kami Pak, bukan yang lain. Saya minta tolong agar ini dibicarakan dengan operator," katanya.

Menanggapi nasib Merke, Ahok dalam pertemuan yang berlangsung 2,5 jam itu, mengatakan akan segera meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban PT BMP. Ahok meminta pihak BMP hadir menghadap dirinya di Balaikota pada Senin, 29 April 2013 mendatang.

Selain itu, dia juga membagi-bagikan kartu namanya ke setiap pramudi yang hadir di rapat tersebut dan meminta mereka agar melaporkan segala macam keluhan terkait masalah finansial atau pun keluarga.

"Untuk orang yang tinggal di Jakarta atau di luar Jakarta seperti Bekasi, Tangerang sekitarnya, bila ada kesulitan silahkan kirim SMS ke nomor. Itu nomer saya pribadi. Kita akan kirim tim untuk melakukan survei ke setiap orang yang mengadukan. Bila memang benar, maka akan kita tangani. Itu dari saya pribadi," ujar Basuki. [dem]


Baca juga:
PALANG PINTU BUSWAY TIDAK BERFUNGSI
Ahok Minta Ada UU Khusus Busway
Polisi Bakal Ajari Sopir Bus Transjakarta Nyetir
9 Tahun Melayani, Kualitas Transjakarta Makin Jeblok
TERBAKAR


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Indah Kalalo, Baru 3 Tahun, Anak Disiapkan Jadi Model

Anak pertama Indah Kalalo, Ayana, yang baru berusia tiga tahun, kerap ikut ...

 

Indah Dewi Pertiwi, No Problem Calon Suami Duda

Pasrah disebut ngarep dipacari Piyu. Toh sejauh ini Piyu sudah memberikan ...

 

Lauren Goodner, Pamer Foto Setengah Bugil

Bintang program televisi Inggris, The Only Ways Is Essex ini kembali membu ...

 

Vicky Shu, Minder Nyari Pacar Yang Kece

Vicky Shu cukup cantik dan seksi untuk ukuran seleb. Toh begitu, ia tak te ...

 

Syahrini, Kerap Gunakan Jet Pribadi, Cuek Disindir Tukang Pamer

Ngaku punya Lamborghini dan sering bepergian memakai jet pribadi. Rasanya ...

 

Duma Riris, Lahirkan Anak Perempuan

Judika Nalon Abadi Sihotang tak berhenti mengucap syukur. Istri­nya, Duma ...

 

Renee Zellweger, Nongol Lagi, Wajah Berubah Ekstrem

Bukan berita baru, kalau sela­ma beberapa bulan ini, Renee Zellweger terk ...

 

Fairuz A. Rafiq, Sering Ribut Jadi Alasan Ceraikan Galih

Sudah minta bantuan pengacara untuk bercerai sejak setahun lalu. Gosipnya ...

 

Blake Lively, Berikan Nama Anak “Anaconda”

Di masa kehamilan, kebanyakan wanita akan cenderung cuek dan terkesan tak ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Patriot Manajemen Olahraga


PKB Jadi “Partai Ketimun Bungkuk”




Berita Populer

Relawan Jokowi Ancam Membalik Dukungan Jadi Perlawanan
Dua Nama Ini Dikabarkan Lolos Penyaringan KPK dan PPATK
Tidak Benar Jokowi Dikendalikan Sembilan Taipan
Megawati yang Rekomendasi Rini Sumarno Jadi Menteri
Pakar Komunikasi: Jokowi Jangan Banyak Drama!
Prof. Maswadi Rauf: Sekarang Jokowi Baru Tahu, Urus Negara Tidak Mudah
Batal ke Priok karena Jokowi Menghadap Megawati
Dengan Hormat, Jokowi Diminta Hati-hati Memilih Alumni ITB
Neoliberalisme di Indonesia (untuk Jokowi)
Balas Jasa ke Hendropriyono dan Luhut, Dimana Revolusi Mental Jokowi?