Rakyat Merdeka Online

Share |
KPK Tutupi Penangkapan Penyuap Proyek PLTU Tarahan
Selasa, 30 April 2013 , 23:18:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

  

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan menutup-nutupi penangkapan Frederic Pierucci dan penahanan David Rothschild. Dua orang petinggi di PT Alstom itu disebut-sebut penyuap Izendrik Emir Moeis terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung, tahun 2004.

"Wah saya tidak bisa jawab soal itu . Saya tidak jawab bukan berarti saya tidak tahu," kelak Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4) malam.

Kabar penangkapan Frederic Pierucci dan David Rothschild sudah diberitakan media asing, termasuk Reuteurs dan New York Times pada pertengahan April lalu.  Frederic Pierucci yang merupakan warga Perancis, ditangkap Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, pada Minggu (14/4) malam. Dia diduga terlibat dalam rencana penyuapan untuk memenangkan bisnis Alstom di Indonesia.

Selain menangkap Frederic, Departemen Kehakiman AS mengumumkan, Rothschild telah mengaku bersalah November 2012 lalu pasca dikenakan tuntutan dalam kasus penyuapan bersama Frederic.

BW, demikian Bambang Widjojanto disapa, menjelaskan penangan kasus PLTU Tarahan masih terus berjalan. Soal pemeriksaan saksi untuk Emir yang mandek hingga dua bulan, dia mengaku masih belum tahu masalahnya. Karenanya dia akan menanyakan ke penyidik.

Begitu pula dengan pemeriksaan Ketua Komisi XI DPR itu. Emir belum pernah diperiksa sejak ditetapkan jadi tersangka pada 20 Juli 2012 dengan diteribitkannya Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik-36/01/07/2012. Diduga, Emir Muis menerima suap sebesar 300 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,9 miliar terkait proyek PLTU Tarahan.

"Nanti saya tanya lagi penyidik (kapan Emir diperiksa)," demikian BW. [dem]


Baca juga:
AS Bantu KPK Tangani Emir Moeis
Abraham Samad: Pemeriksaan Emir Moeis Terkendala Amerika Serikat
Masa Pencegahan Emir Moeis ke Luar Negeri Diperpanjang
GUGAT PLTU
KPK, Kau Kemanakan Kasus Emir Moeis?


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Kok Ludwig Baru Ngeh Tak Pernah Nikahi Jessica

Baru ngeh setelah mendenger berita infotainment. Akta perkawinan palsu jad ...

 

Tyas Mirasih, Tinggal Pelawak & Bule Yang Belum Dipacari

Tyas Mirasih kembali gagal membina asmara setelah putus dari pesepakbola S ...

 

Kim Kardashian, Bugil Demi Uang Dan Popularitas?

Kim Kardashian mengheboh­kan dunia hiburan dengan melakukan pemotretan bu ...

 

Lita, Kembali Ke Jalur Gulat

Setelah tujuh tahun meninggalkan ring Smack Down, kini kekasih bintang gul ...

 

Sandra Dewi, Dukung Ahok Karena Sekampung

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. ...

 

Aida Dipukuli Suami Karena Terlalu Mudah Minta Cerai

Rindra mengklaim justru Aida yang hendak bakar kamar sendiri. Katanya sih ...

 

Janice Dickinson, Ngaku Diberi Obat Lalu Diperkosa Bill Cosby

Supermodel kondang era 70-an, Janice Dickinson mem­buat pengakuan mengeju ...

 

Orangutan Bukan Mainan, KPI Harus Ketat Awasi Penggunaan Satwa Liar

Media televisi seharusnya menjadi guru yang baik dan benar bagi masyarakat ...

 

Taylor Swift, Jadi Cover Majalah TIME

Prestasi Taylor Swift di industri musik semakin diakui. Sebagai diva muda, ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Karakteristik Kepemimpinan BTP AHOK


Bukan Sekadar Zaman Edan!




Berita Populer

Menurut Orang Malaysia Jokowi Mulai Kurang Ajar
AS Hikam: Empat Blunder Jokowi Versi Denny JA Perlu Diapresiasi dan Dicermati
Korban Kudatuli Pertanyakan Foto Perselingkuhan Politik Jokowi
Politisi Senior PDIP: Prasetyo Perlu P21-kan Kasus Hukum yang Libatkan Surya Paloh
TB Hasanuddin: Jokowi Tak Bisa Main Tenggelamkan Kapal Orang
Jokowi Ditantang Tenggelamkan Kapal-kapal Tanker Asing, Jangan Cuma Perahu Kecil
Asing Semakin Berkuasa di Indonesia, Putri Bung Karno Serukan Bela Negara
Jokowi Pentalkan Revolusi Mentalnya Sendiri
Kesulitan Izin, Ical Panik Menggelar Munas
Pemahaman Jokowi Soal Hukum Internasional Dipertanyakan