Rakyat Merdeka Online

Share |
Ada Informasi Penting dari Anis Matta dan Hilmi Aminuddin
Rabu, 08 Mei 2013 , 15:36:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

ANIS MATTA DAN HILMI AMINUDDIN/IST
  

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Syura PKS, Hilmi Aminuddin dan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan). Surat panggilan terhadap keduanya telah diantar langsung oleh penyidik ke kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/5) kemarin.

lantas apa saja yang nantinya akan dikorek tim KPK dari Anis dan Hilmi?

Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo yang dikonfirmasi menerangkan ada informasi penting yang akan dikorek penyidik dari dua petinggi PKS itu. Apa informasi itu? Johan masih merahasiakannya.

"Intinya ada informasi (Penting) yang kita ingin peroleh dari keduanya," terang Johan Budi melalui pesan singkatnya, Rabu (8/5).

KPK berencana memeriksa Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin sebagai saksi untuk tindak pidana suap yang dilakukan Luthfi Hasan Ishaaq. Sementara, pemeriksaan Presiden PKS, Anis Matta untuk seputar dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Ahmad Fathanah.

"Keduanya (diperiksa) dalam rangka melengkapi berkas tersangka LHI dan AF," demikian Johan Budi.

Luthfi Hasan Ishaaq dijadikan tersangka bersama Ahmad Fathanah karena menerima suap Rp 1 miliar dari dan dua direktur PT Indoguna Utama yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Uang tersebut sebagai kompensasi bagi Luthfi yang saat itu menjabat Presiden PKS karena membantu PT Indoguna menambah jatah kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, dimana Menteri Pertanian Suswono merupakan kader PKS.

Belakangan, Luthfi dan Ahmad juga dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucia Uang (TPPU) lantaran KPK menemukan aset-aset haram milik keduanya.[rsn]


Baca juga:
Sopir Pribadi Ungkap Borok Ahmad Fathanah Sering "Main" Perempuan
PKS Pertanyakan Tindakan KPK
PKS Mengaku Korban Perilaku Liar Fathanah
Luthfi Hasan Ishaaq Khawatir Ada Daging Celeng
Harga Mobil Tak Seberapa Dibanding Luthfi Hasan Ishaaq


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Menteri Ini Ternyata Fans Berat Chrisye

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan punya idola yang bel ...

 

Risty Tagor, Syarat Suami Baru Mencintai Ibu Sendiri

Sejak bercerai dengan Rifky Balweel pada September 2014, Risty Tagor belum ...

 

Leah Totton, Rayakan Hut Perdana Kliniknya

Berbeda dari kebanyakan WAGS atau istri/ pacar atlet lainnya. Leah Totton ...

 

Eva Celia, Centil Berdandan Belajar dari Ibu

Kecantikan menurut Eva Celia ada berbagai aspek. Yang utama itu menyangkut ...

 

Fiorella Mattheis, Menjalin Asmara Gara-gara Anjing

Tak ada yang menyangka bila kisah asmara artis cantik Fiorella Mattheis da ...

 

Fanny Ghassani, Batal Nikah, Kurung Diri Sebulan

Demi harga diri sang ibu, Fanny setuju pernikahan dibatalkan. KeputuĀ­san ...

 

Thalita Latief, Susah Pensiun Ngartis

Thalita Latief bak hilang ditelan bumi sejak menikah dengan Dennis, person ...

 

Apa Penyebab Meninggalnya Olga Syahputra?

Komedian serba bisa Olga Syahputra meninggal dunia kemarin. Apa penyebab m ...

 

Indra Bekti Sempat Tak Percaya Olga Syahputra Meninggal

Presenter Indra Bekti tak cepat percaya kabar Olga Syahputra meninggal dun ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Antara Komitmen dan Kapasitas Pemimpin


"Kelompok Agung Sudah Memutilasi Demokrasi"




Berita Populer

Menteri Yohana Akan Dipolisikan Karena Menghina Ahok
Cukup Bukti, Pemerintahan Jokowi Seenaknya Melanggar Konstitusi
KAMMI Tak Akan Segan Ajak Rakyat untuk Duduki Istana Negara
Iwan Sumule: Tak Ada Pilihan Lain, Lengserkan Joko Widodo!
Pendapat JK Menyesatkan dan Meremehkan Parpol
Prabowo Prihatin Politik di Indonesia Sampai Main Fisik
Rachmawati: Hati-hati Ada yang Mau Nyalip di Tikungan
Teguh Juwarno Siap Gaduh Jika Esensi Demokrasi Dimatikan
Ini Kata Calon Ketua Fraksi PAN Soal Hak Angket
Petrus: Angket untuk Yasonna Mesti Didukung untuk Berantas Kartel Politik