Rakyat Merdeka Online

Share |
PKS Merasa Dipolitisasi KPK
Kamis, 09 Mei 2013 , 13:01:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting

FAHRI HAMZAH/IST
  

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera mempertanyakan perlakuan Komisi Pemberantasan (KPK) dalam memproses kasus suap daging impor yang menjerat mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka.

Ketua DPP PKS Fahri Hamzah menilai perlakuan KPK terhadap PKS dan kader-kadernya yang terlibat dalam kasus korupsi sangat berbeda jika dibandingkan dengan yang diterima kader partai-partai lain. Bahkan ada kesan tebang pilih.

"Banyak kasus lain yang jelas-jelas sudah terbukti di persidangan tapi tidak ditindaklanjuti seperti halnya yang kami alami. Jelas KPK sudah mempolitisasi hal ini dan kami menjadi korban dari permainan KPK yang seperti in," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (9/5).

Dengan permainannya ini, ujarnya,  KPK telah membuat asas kepastian hukum menjadi hancur. Bahkan, komisi yang dikomandani Abraham Samad itu kata, Fahri lagi, telah melanggar pasal 27 UUD 45 yang berbunyi semua warga negara sama di mata hukum.

Dirinya pun memberikan contoh bagaimana kasus korupsi di beberapa kementrian dan juga lembaga-lembaga negara lain yang melibatkan kader-kader parpol lain yang tidak berjalan seperti kasus di Kemenakertrans, kasus Tanjung Api-api, kasus impor kereta api, Hambalang dan lain sebagainya.

Fahri mengatakan untuk asus-kasus itu sudah sangat terang dan jelas ada yang dipidanakan, tapi tidak berlanjut pada para pelaku intelektualnya.

“Kasus di Kemenakertrans juga tertangkap tangan dan ada orang dekat menteri yang juga tertangkap tangan dan terungkap dalam rekaman.Tapi sampai sekarang jalan ditempat. Orang dekat menterinya tidak ditahan seperti halnya Ahmad Fathanah yang bahkan hanya seorang calo seperti pengakuannya sendiri,” tambahnya.

Hal yang sama menurutnya juga terjadi pada kasus Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatra Selatan yang menyeret nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun padahal juga sudah ada vonis dan pengakuan dari supirnya, tapi tidak dilanjutkan oleh KPK.

”Termasuk kasus-kasus lain seperti juga kasus pengadaan kereta api di kementrian perhubungan di era Hatta Radjasa. Semua ini dihentikan, tapi saya yakin publik juga tahu,” demikian Fahri.[wid]


Baca juga:
Jangan Sampai KPK Disebut Balas Dendam ke PKS
Hidayat Nur Wahid Yakin PKS Sedang Dibenturkan dengan SBY
Toyota Fortuner Luthfi Atas Nama Office Boy
PKS Sayang dan Dukung KPK
Hidayat Nur Wahid Dua Kali Bertemu Ahmad Fathanah


Komentar Pembaca

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

blitz.rmol.co
 

Acha Septriasa, 'Pinjam' Irwansyah, Proyek Berbahaya

Netizen meng­ingatkan Acha dan Irwansyah pernah sangat mesra dan nyaris k ...

 

Sandra Dewi, Ngebet Dihamili, Olahraga Biar Bugar

Artis ayu asal Pangkal Pinang ini tidak mau menunda kehamilan setelah dipe ...

 

Jennifer Lopez, Putusin Pacar Brondong Setelah Diminta Hamil

Jennifer Lopez tengah diterpa isu tak sedap. Beberapa waktu lalu ia dikaba ...

 

Kendall Jenner, Doyan Dikejar Cowok

Cantik dan seksi. Tapi itu ternyata tak menjadikan Kendall Jenner percaya ...

 

Susi Similikiti, Berjasa Dongkrak Karier Tukul

Komedian sekali­gus presenter Tukul Arwarna tak bisa me­nyembunyikan lag ...

 

Marina Muntaner, Wags Anyar Los Blancos

Real Madrid punya WAGs yang bakal sering menghiasi tribun penon­ton di ma ...

 

Femmy Permatasari, Bantah Operasi Plastik

Kemunculan artis Femmy Permatasari mengejutkan setelah lama menghilang dar ...

 

Shinta Bachir, Nggak Konsisten Menutup Aurat

Tak lama setelah tersangkut kasus prosti­tusi online, Shinta Bachir mengh ...

 

Nicole Scherzinger, Grigor, Bikin Bergairah

Hati Nicole Scherzinger terus berbunga-bunga. Lebih dari setahun pacaran d ...

www.medanbagus.com
www.javanews.co

Tafsir "Terima Kasih" Anas


Blunder Reshuffle


Dan Bola Pun Kehilangan Demamnya




Berita Populer

Buya Syafii Maarif Alihkan Dukungan ke Rizal Ramli, Beredar Luas
Keluar Dari Nasdem, Mantan Menko Polhukam Tolak Ahok
Pak Jokowi, Segera Pecat Nusron Wahid dan Kartika Djoemadi!
Menteri Susi Ke Wisudawan: Bekerjalah Di Dalam Negeri
Yandri PAN: Hanya Ahok Yang Teriak-teriak
Jokowi Diyakini Ikut Susun Tim Sukses Ahok, Ini Buktinya
Dukung Ahok, PDIP Sama Saja Bunuh Diri
Ahok Seret Jokowi Makin Ke Bawah
Akhirnya, Rita Widyasari Menjabat Ketua DPD Golkar Kaltim
Jokowi Diminta Umumkan Kepada Negara Kreditor Bahwa Indonesia Akan Bayar Pokok Utang Saja